Renungan ini saya tulis sebagai jawaban dari Dosen Filsafat saya, Dr. Masigit dalam blog beliau yang berjudul Elegi Menggapai Awal dan Akhir Kedua.
Sebuah elegi yang luar biasa. Manusia sering kali luput dengan eligi awal dan akhir ini. Bahkan banyak yang menyepelekan. Ah...ada awal pasti ada akhir.
Saya sendiri baru menyadari bahwa selama ini saya hanya melakukan akitifas yang bernama awal dan akhir, tanpa tahu filosofinya. Dan ternyata tidak mudah mencermati dan memahani hakekat awal dan akhir.
Berikut renungan Saya tentang Menggapai Awal dan Akhir
Awal dan akhir ...
Bagi kami anak-anak,
Engkau hanya sebuah permainan dimensi
Kami tidak mengerti dan bahkan tidak tahu kapan awal dan akhir kami
Yang kami tahu adalah ...
Kami sangat menikmati berada diantara kalian
Kami bermain dengan bertemu awal sekaligus akhir pada satu waktu yang sama tanpa kami sadari
Kami juga tidak ambil peduli apakah awal yang kami lakukan merupakan ketetapan dari orang tua kami ataupun dari orang lain
Dan kami pun juga tidak ambil pusing ketika akhir menghampiri kami,
entah akhir itu kami yang membuatnya atau orang lain
Bagi kami kalian adalah saudara kembar yang tidak akan pernah terpisahkan
Ketika kami beranjak dewasa dan sudah mulai berfikir!
Awal dan akhir ...
Kami masih tetap berada dalam lingkaran kalian,
Kami masih sebagai pemain utama ditengah-tengah kalian
Awal dan akhir ...
Namun kali ini sedikit berbeda,
Sedikit banyak kami mempunyai andil untuk mengatur keberadaan kalian
Dan itupun ketika kami dalam keadaan yang paling sadar, sesadar-sadarnya
Awal ...
Engkau begitu lembut menggapai tangan kami
Saat itu juga ketika kami menyambut tangan lembutmu, maka Akhir menjadi sesuatu yang dingin
Dia melepaskan diri seolah kami dan akhir belum pernah bertemu sama sekali
Akhir ...
Engkau memutuskan untuk pergi dan menjauh dari kami
Namun ketika kami memilih untuk tetap bersamamu, maka Awalpun tidak kunjung datang mendekati kami
Dan itupun ketika kami dalam keadaan yang paling sadar, sesadar-sadanya
Awal dan akhir ...
Terkadang kami, orang yang menganggap diri kami dewasa
Kami sangat egois
Kami ingin memiliki kalian
Kami ingin sekali menyatukan kalian
Sehingga ketika kami menggapai salah satu diantara kalian, maka saat itulah kami menggenggam kalian berdua
Awal dan akhir ...
Terkadang kami juga merasa kalau kalian tidak adil dengan kami
Ketika kami terbuai dan sedang bersenang-senang menikmati bermain dengan salah satu diantara kalian,
Tanpa ada tanda dan peraturan yang jelas, kami pun harus mengakhirinya,
Karena masa tenggang kami untuk bermain dengan salah satu diantara sudah habis
Bukan karena kami tidak mau,
Tetapi berilah kami kesempatan untuk menetapkan batas waktu, kapan kami harus bermain dengan kalian
Dan berilah kami sedikit kebebasan untuk memutuskan, kapan kalian harus bergantian menjemput kami
Kami masih ingin bersenang-senang
Awal dan akhir ...
Terkadang kami juga berfikir untuk menunda kedatangan salah satu diantara kalian,
Tetapi dilain pihak kami pun harus menjemput satu diantara kalian
Ironi sekali bukan?
Sekarang kami menyadari,
Ternyata bukan kami yang sedang bermain-main dengan kalian
Tetapi kalianlah yang sedang bermain-main dengan kami
Bahkan kalian mempermainkan kami untuk kesenangan kalian sendiri
Awal dan akhir ...
Sepertinya sudah menjadi tugas kalian untuk mempermainkan kami
Dan itu sudah menjadi ketetapan-Nya
Hanya Dia yang sanggup mengendalikan kalian
Karena hanya Dia yang tidak berawal dan tidak akan pernah berakhir
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment